maag kronis

PENDAHULUAN


Penyakit maag atau lambung merupakan salah satu penyakit yang paling sering dikeluhkan pasien-pasien dewasa yang datang berobat ke poliklinik. Di dunia kedokteran, penyakit maag ini biasa dikenal dengan istilah dispepsia.

Masyarakat awam seringkali membatasi penyakit dispepsia atau maag ini hanya bila terdapat keluhan nyeri ulu hati saja. Padahal manifestasi klinis yang membawa pasien berobat sangat beragam. Berbagai keluhan yang termasuk ke dalam dispepsia ini menurut klasifikasi Rome III, yaitu konsensus para ahli kedokteran internasional di bidang penyakit dispepsia, antara lain salah satu dari keluhan berikut ini:

  1. Rasa nyeri atau sensasi terbakar di daerah ulu hati dengan kualitas nyeri sedang, setidaknya sekali seminggu
  2. Rasa penuh yang mengganggu setelah makan dengan porsi normal, dirasakan beberapa kali seminggu.
  3. Rasa cepat kenyang sehingga tidak menghabiskan makanannya, dirasakan beberapa kali seminggu.
  4. Rasa kembung, mual, dan sering sendawa.

TIPE KHUSUS PENYAKIT MAAG


Selain itu terdapat tipe khusus penyakit maag atau dispepsia ini, yang disebut sebagai penyakit refluks esofagitis (GERD: Gastro-Esophageal Reflux Disease), yang memiliki keluhan-keluhan khas antara lain:

  •  Rasa terbakar di belakang tulang dada yang kadang menjalar ke punggung (heartburn)
  •  Asam lambung seperti naik ke kerongkongan, dengan keluhan pahit atau asam di mulut (regurgitasi)
  • Nyeri dada, sensasi sesak nafas, jantung berdebar, sering sendawa, sulit menelan, mual dan kembung.

Gejala-gejala yang dialami pasien dengan GERD sering disalahartikan sebagai penyakit jantung, yang menimbulkan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan, yang pada penyakit dispepsia ini meningkatkan produksi asam lambung sehingga semakin memperberat berbagai keluhannya.

SAKIT MAAG: MASALAH DIAGNOSTIK & TERAPI


Prevalensi penyakit maag dan GERD pada kasus rawat jalan dari berbagai laporan kasus di dunia, Asia, maupun di Indonesia mencapai hingga 30% dari seluruh kasus di poliklinik. Khusus di poliklinik penyakit dalam, angka kunjungannya kadang bisa mencapai hampir 50% dari seluruh kasus penyakit dalam yang dirawat jalan, seperti prevalensi kunjungan rawat jalan di Klinik Khusus Penyakit Dalam Interna Medika di Karawang.

Dispepsia ini merupakan penyakit yang sering menghadirkan dilema secara klinis dalam hal diagnosis maupun pengelolaannya, baik bagi pasien maupun bagi dokter yang menanganinya. Meskipun sebagian besar kasus tidak mengancam jiwa, berbagai keluhannya sering sekali diderita pasien bertahun-tahun, kadang bahkan hingga belasan tahun, dan memiliki dampak negatif yang signifikan pada kualitas hidup pasien, keluarga, dan pekerjaannya.

Pasien juga biasanya harus terbiasa mengkonsumsi berbagai obat-obatan maag yang harus siap tersedia karena keluhan penyakit maag yang bisa datang kapan saja.

Dalam hal pengelolaan penyakit maag, ternyata air alkali memiliki manfaat yang sangat luas. Berikut penjelasannya.

Baca juga : Manfaat Kandungan Alkaline Pada Kangen Water

SEJARAH AIR ALKALI DALAM PENGELOLAAN PENYAKIT MAAG


http://www.sciencedirect.com/…/article/pii/S0924224411002408

Di link di atas, yaitu artikel ilmiah berjudul “Advanced research on the health benefit of reduced water” di Jurnal Trends in Food & Science Technology tahun 2012, dikatakan bahwa indikasi penggunaan air alkali yang disetujui oleh Departemen Kesehatan pertama kali di Jepang adalah untuk penyakit saluran cerna atas dan bawah.

“In 1960, it was applied to medical care as a health-beneficial water, and in 1966, the Ministry of Health, Labour and Welfare of Japan admitted that ERW was effective for chronic diarrhea, indigestion, abnormal gastrointestinal fermentation, antacid, and hyperacidity, and it authorized an ERW-producing device for home-use.”

 

(“Di tahun 1960, air ini digunakan dalam pengelolaan medis sebagai cairan kesehatan, dan di tahun 1966, Kementrian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepan mengakui efektivitasnya untuk diare kronis, gangguan pencernaan, fermentasi saluran cerna yang abnormal, sebagai antasida, dan untuk kelebihan asam. Depkes Jepang mengizinkan penggunaan mesin yang dapat memproduksi ERW untuk digunakan di rumah-rumah.”)

APA KATA PARA AHLI


MENURUT HIROMI SHINYA

Manfaat air alkali di bidang kesehatan diungkap oleh seorang pakar dunia bidang saluran cerna, pionir kolonoskopi Amerika asal Jepang, Prof. Hiromi Shinya. Beliau adalah seorang profesor di bidang saluran cerna yang mengajar di Universitas New-York dan Beth Israel, penulis buku best-seller “The Miracle of Enzyme” yang terjual lebih dari dua juta kopi. Penemuannya yang paling terkenal dan paling revolusioner adalah teknik polipektomi dengan teknik kolonoskopi, pengangkatan tumor jinak di usus besar tanpa harus melalui pembedahan.

https://en.wikipedia.org/wiki/Hiromi_Shinya

“Hiromi Shinya, born 1935, is a Japanese-born general surgeon. He pioneered modern colonoscopic techniques, and invented the electrosurgical polypectomy snare now common on colonoscopes, allowing for removal of colon polyps without invasive surgery.”

 

(Hiromi Shinya, lahir tahun 1935, adalah ahli bedah yang lahir di Jepang. Ia mempelopori teknik kolonoskopi / teropong usus besar, dan menemukan teknik polipektomi yang memungkinkan pengangkatan tumor-tumor jinak usus besar tanpa melalui pembedahan.”

Ini yang beliau katakan tentang air alkali:

“Alkaline water is considered the very best drinking water because of its incomparable powers of hydration, detoxification and anti-oxidation.” (page 159 of “The Enzyme Factor”).

 

(Air alkali dianggap sebagai air minum yang paling baik karena manfaatnya yang tidak tertandingi dalam hal menghidrasi, mendetoksifikasi, dan menyediakan antioksidan; halaman 159 buku The Enzyme Factor).

Beliau biasa mengkonsumsi air ini, dan menggunakan air alkali untuk terapi pasien-pasiennya, yang biasa datang dengan berbagai keluhan saluran cerna atas hingga bawah,

“I have an (electrolyzer) machine in my New York medical office, and alkaline water is the water I drink and give to my patient.”

 

(Saya memiliki mesin elektrolisis di tempat praktek saya di New York, dan air alkali adalah air yang saya minum dan saya berikan kepada pasien-pasien saya).

MENURUT DON COLBERT & DANIEL BETTIOL


Manfaat air alkali untuk pasien dengan penyakit maag kronis sangatlah banyak. Walaupun tidak dapat menyembuhkan penyakitnya, konsumsi air alkali secara teratur dapat menurunkan jumlah obat-obatan yang harus dikonsumsi dan mengurangi frekuensi kunjungan pasien ke dokter atau rumah sakit.

Mengenai berkurangnya jumlah obat yang dikonsumsi diungkapkan seorang pakar kesehatan Amerika, penulis buku-buku best-seller Dr. Don Colbert,

“Tidak terhitung jumlahnya pasien saya yang menderita nyeri kronis dan mendapat berbagai obat-obatan. Banyak sekali dari mereka yang bebas dari nyeri dalam beberapa bulan setelah mengkonsumsi air alkali dan makanan alkali dalam jumlah yang cukup. Akhirnya, banyak dari mereka yang tidak lagi menggunakan obat-obatan.”

 

Dengan berkurangnya konsumsi obat-obatan dan kunjungan ke dokter, konsumsi air alkali secara teratur dapat memangkas biaya kesehatan tahunan hingga 90%. Seorang chiropraktor terkemuka, Dr. Daniel Bettiol mengungkapkan,

“Misi hidup saya adalah untuk menghadirkan mesin air alkali di semua rumah di seluruh dunia. Tidak hanya hal ini akan menghilangkan obesitas, nyeri kronis, serta kebutuhan terhadap pengobatan, pembedahan, dan radiasi yang sia-sia, cara ini saja dapat memangkas biaya kesehatan tahunan sampai 90%-nya. Saya lebih suka orang menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga mereka, dengan hobi dan pekerjaan yang mereka sukai, dibandingkan harus duduk berjam-jam di ruang praktik dokter menunggu pemeriksaan yang sebenarnya tidak mereka butuhkan.”

MENURUT DAVID S. DYER & SUSAN LARK


Jadi pilihannya kemudian antara minum obat maag atau minum air alkali? Pilihan yang tidak terlalu sulit sebenarnya. Dr. David S. Dyer, pengarang buku Cell Food menulis dalam bukunya,

“Orang-orang Jepang telah mengkonsumsi dan meneliti cairan ini lebih dari 40 tahun, dan membuktikan bahwa air alkali dapat memulihkan hampir semua penyakit dan kelainan yang bisa Anda bayangkan. Cairan alkali sangat lembut, lebih segar, menghidrasi, memberi energi, mudah diserap, dan mengandung antioksidan yang kuat. Bukankan cairan seperti ini yang seharusnya Anda minum?”

 

Selain untuk mencegah kekambuhan penyakitnya, penderita penyakit maag juga memperoleh banyak sekali manfaat kesehatan lain. Dengan minum air alkali secara teratur penderita dapat meningkatkan kualitas hidupnya, sense of well being, meningkatkan efektivitas metabolisme energi, dan terutama dalam jangka panjang mencegah timbulnya berbagai penyakit kronis yang mengancam jiwa, seperti kanker, diabetes, tekanan darah tinggi, kelebihan kolesterol/lemak darah, dan mencegah serta mengatasi kelebihan berat badan.

Dalam hal pencegahan penyakit, seorang penulis best seller berbagai buku kesehatan di Amerika, Susan Lark mengungkapkan pendapat profesionalnya:

“Drinking 4-6 glasses of alkaline water a day can help the body againts the development of heart disease, stroke, immune dysfunctions, and other common ailments.”

 

(Minum 4-6 gelas air alkali per hari dapat membantu tubuh melawan berkembangnya penyakit jantung, stroke, gangguan sistem imun, dan berbagai penyakit yang sering terjadi).

 

JURNAL ILMIAH TENTANG MANFAAT AIR ALKALI PADA DISPEPSIA & GERD


Berikut ini beberapa penelitian di berbagai jurnal internasional tentang manfaat dan keamanan air alkali pada penyakit maag (dyspepsia, gastritis, ulkus peptikum, dan refluks esofagitis / GERD)

Karena dihasilkan melalui proses elektrolisis, air alkali dikenal sebagai Electrolyzed Reduced Water (ERW), dan disebut juga sebagai Hydrogen Rich Water (HRW) karena mengandung banyak ion hidrogen yang memiliki fungsi sebagai antioksidan. Lebih dalam tentang dasar-dasar dari air alkali, bisa klik link berikut ini:

  • Sejarah & Manfaat Air Alkali
    https://www.facebook.com/andipratama.dharma/posts/1793268440924598
  • Beer AM, et al. Efficacy and tolerability of hydrogen carbonate-rich water for heartburn. World J Gastrointest Pathophysiol. 2016 Feb 15;7(1):171-80.
  • Koufman JA1, Johnston N. Potential benefits of pH 8.8 alkaline drinking water as an adjunct in the treatment of reflux disease. Ann Otol Rhinol Laryngol. 2012 Jul;121(7):431-4.
  • Bertoni M, et al. Effects of a bicarbonate-alkaline mineral water on gastric functions and functional dyspepsia: a preclinical and clinical study. Pharmacol Res. 2002 Dec;46(6):525-31.
  • Jin, Y., et al., Hydrogen May Be Used as a Treatment for Stress-Induced Gastric Ulceration. Med. Hypotheses Res, 2011. 7: p. 43-47.
  • Liu, X., et al., The protective of hydrogen on stress-induced gastric ulceration. Int Immunopharmacol, 2012. 13(2): p. 197-203.
  • Naito, Y., et al., Chronic administration with electrolyzed alkaline water inhibits aspirin-induced gastric mucosal injury in rats through the inhibition of tumor necrosis factor-alpha expression. Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition, 2002. 32: p. 69-81.
  • Xue, J., et al., Dose-dependent inhibition of gastric injury by hydrogen in alkaline electrolyzed drinking water.BMC Complementary and Alternative Medicine, 2014. 14(1): p. 81.
  • Zhang, J.Y., et al., Protective role of hydrogen-rich water on aspirin-induced gastric mucosal damage in rats. World J Gastroenterol, 2014. 20(6): p. 1614-22
  • Stanghellini V, et al. Effect of alkaline-earth water on gastric emptying time in patients with anorganic dyspepsia. Clin Ter. 1987 Apr 15;121(1):63-74.
  • Gasbarrini G, et al. Considerations on the therapeutic efficacy of a standard alkaline bicarbonated mineral water in cases of dyspepsia. Minerva Dietol Gastroenterol. 1985 Jan-Mar;31(1):55-62.
  • Belousov AS, et al. Use of alkalies and alkaline mineral waters in the complex treatment of peptic ulcer patients]. Sov Med. 1983;(2):52-6. Russian

Semoga bermanfaat

Ditulis oleh
Andi Pratama Dharma
Spesialis Penyakit Dalam
Divisi AntiAging & ERW Centre
Klinik Interna Medika Karawang

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here